
"Kenapa istri saya tega sama kami? Vanessa sedang berjuang melawan tumor otak, tapi dia malah kabur... sekarang Vanessa depresi," ucap Pak Sukarji dengan suara bergetar.
Sudah enam bulan berlalu sejak Pak Sukarji harus menjadi ayah tunggal, merawat putrinya yang sakit seorang diri. Istrinya pergi tanpa kabar, meninggalkan mereka saat kondisi Vanessa semakin memburuk.
Vanessa (15 tahun) telah bertahun-tahun berjuang melawan tumor otak. Dalam sekejap, keadaannya memburuk drastis hingga sempat koma selama satu minggu di rumah sakit.
Belum sembuh dari penyakitnya, Vanessa kembali terpukul karena tumor perlahan membuatnya buta, tuli, dan lumpuh. Ia tak bisa lagi melihat wajah ayah, tak bisa lagi mendengar apapun hingga pada akhirnya ia menderita depresi.
“Vanessa sering nyanyi-nyanyi dan bicara ngelantur sendirian. Lihat dia seperti itu, hati saya rasanya hancur. Saya ingin melakukan apapun agar dia sembuh, tapi penghasilan saya sehari dari jualan buah paling cuma 30 ribu," ujar Pak Sukarji dengan suara bergetar.
Hari-hari makin terasa berat. Buah dagangan sering membusuk tak laku terjual. Kadang, rasanya ingin menyerah... tapi Pak Sukarji tahu, hidup putrinya kini bergantung padanya.
Sementara itu, biaya berobat harus ditanggung sendiri karena mereka tidak memiliki BPJS. Bahkan, demi pengobatan Vanessa, Pak Sukarji harus menanggung beban hutang yang menyesakkan.
#OrangBaik, perjuangan Vanessa untuk sembuh masih panjang. Sebelum tumor itu merenggut segalanya dari tubuh kecilnya, yuk kita bantu Vanessa berobat dengan cara:
![]()
Menanti doa-doa orang baik