
"jika dagangan nya tidak laku, seringkali mbah mistiyah hanya makan nasi sisa kemarin yang dicampur dengan garam dan air"
ditengah terik nya matahari, ada sosok tua yang nyaris tak terlihat oleh dunia. Beliau adalah Mbah Mistiyah, seorang nenek berusia 83 tahun, yang setiap harinya berjalan tertatih-tatih menjajakan sapu lidi buatan tangannya sendiri.
Tak ada anak. Tak ada suami. Tak ada keluarga. Hanya sepi dan dinding usang menjadi saksi bisu perjuangannya. Di usia nya yang sudah sangat tua dan sering sakit sakitan yang seharusnya menikmati hari-hari tenang Bersama anak dan cucu, Mbah Mistiyah justru harus berjuang sendirian demi mengisi perutnya yang kosong.
Dengan tubuh ringkih dan penglihatan yang mulai kabur, ia tetap memikul beban hidup tanpa mengeluh. Sapu lidi yang dijualnya tak seberapa , habya seharga 6 ribu .
kadang hanya laku satu-dua dalam sehari. jika dagangan nya tidak laku, seringkali mbah mistiyah hanya makan nasi sisa kemarin yang dicampur dengan garam dan air. "Kalau tidak jualan, saya tidak bisa makan, Nak" ucap Mbah Mistiyah dengan air mata yang menggenang
Kami percaya, masih banyak hati yang peduli. Mari kita bantu Mbah Mistiyah menjalani hari-harinya yang tersisa dengan lebih layak. Sedikit dari kita, bisa jadi segalanya untuk beliau.
![]()
Menanti doa-doa orang baik