
Di tengah teriknya jalanan Banyuwangi, Bu Kustyawati tetap menenteng es dawet miliknya pelan-pelan. Di sampingnya, ada satu benda yang selalu menemaninya, yaitu tabung oksigen.
Bukan tanpa alasan.
Sudah setahun terakhir, Bu Kustyawati berjuang melawan Suspek Ca Ovarium atau dugaan kanker ovarium yang membuat tubuhnya semakin lemah dari hari ke hari.
“Napas saya sering sesak, tapi kalau saya berhenti jualan, dari mana biaya untuk berobat?” ucapnya lirih.
Sesak napas yang datang tiba-tiba sering membuat Bu Kustyawati harus berhenti berjualan di tengah jalan. Dengan tangan gemetar, ia memasang selang oksigen demi bisa kembali bernapas lega. Namun setelah itu, ia tetap memaksakan diri berdiri dan melayani pembeli.
Sebab hanya dari jualan es dawet itulah ia bertahan hidup.

Cobaan Bu Kustyawati semakin berat ketika sang suami memilih pergi meninggalkannya di saat kondisi kesehatannya memburuk. Kini ia harus berjuang seorang diri, menahan sakit sambil memikirkan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.
Tubuhnya semakin kurus, tenaganya terus menurun. Tapi Bu Kustyawati belum menyerah.
Di balik senyum yang ia berikan kepada pembeli, ada rasa sakit yang terus ia tahan sendirian.
Sahabat baik, hari ini Bu Kustyawati masih terus berjuang agar bisa sembuh dan bertahan hidup. Namun biaya pemeriksaan, obat-obatan, hingga kebutuhan oksigen yang harus dipakai setiap hari membuat langkahnya semakin berat.
Yuk bantu perjuangan Bu Kustyawati melawan sakitnya. Sedikit bantuan yang kita berikan bisa menjadi harapan besar agar beliau tetap bisa menjalani pengobatan dan bertahan melewati hari-harinya. Bantu dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
4. Dapatkan laporan melalui email.
Bagi Bu Kustyawati, bantuan darimu bisa menjadi napas harapan yang selama ini ia perjuangkan.
![]()
Menanti doa-doa orang baik