
“Ayah..kenapa mata Alif gelap? Aku takut matanya hilang, nanti gak bisa lihat wajah ayah dan ibu lagi..” ucap Alif sambil memeluk ayah dari kursi roda.
Menangis, bingung, dan tak henti-hentinya meminta maaf, hanya itu yang bisa dilakukan Pak Arifin, seorang ayah di Pasuruan, Jawa Timur. Anak semata wayangnya, Alif, menderita kanker mata yang semakin ganas.
Di usianya yang masih 5 tahun, Alif dihadapkan pada kemungkinan terburuk yaitu kehilangan penglihatannya atau bahkan nyawanya.
Seharusnya, sejak 1 tahun lalu, Alif menjalani kemoterapi dan operasi pengangkatan kanker di matanya. Tapi akibat keterbatasan biaya, pengobatannya harus ditunda. Pernah suatu hari ayahnya nekat menjual HP di RS demi menebus obat. Namun, usahanya sia-sia.
Selama berjam-jam Pak Arifin berdiri di pinggir jalan untuk menawarkan HPnya, namun tak ada satu pun orang yang melirik. Pada akhirnya, ia hanya mampu menebus sebagian obat dan sisanya mencari pinjaman.
Hatinya semakin hancur setiap melihat Alif mengerang kesakitan sambil memukul kedua matanya. Namun, tak ada yang bisa dilakukan selain meminta maaf dan memeluk malaikat kecilnya.
Kini, setelah 4 tahun berjuang melawan kanker ganas, pengobatannya harus terhenti karena ayah tak ada biaya lagi. Selama ini, ayahnya menggantungkan harapan pada upahnya sebagai buruh timbang ikan yang tidak menentu.
Sahabat, kondisi Alif sudah diujung tanduk. Ia harus segera menjalani operasi pengangkatan 2 bola mata sebelum sel kanker ganas menyebar ke bagian otak yang mengancam nyawanya.
Yuk, jadi pengantar mukjizat untuk kesembuhan Alif dengan cara:
Terima kasih, #OrangBaik!
![]()
Menanti doa-doa orang baik