
“Hanya becak ini satu-satunya harapan saya untuk menyambung hidup. Kalau mau buka usaha, modalnya ndak ada. Bayar listrik rumah aja saya ndak bisa.”

Di usia 76 tahun saat seharusnya banyak beristirahat menikmati hari tua, Pak Legimin masih menjadi pejuang jalanan. Mengandalkan tenaganya dan becak lusuh, ia setia menjadi tukang becak demi menyambung hidup bersama istri tercinta.
Namun roda zaman yang berputar kian cepat membuat becak Pak Legimin kian tersisih. Kini, membawa pulang uang 25 ribu atau 30 ribu adalah sebuah kemewahan yang sangat jarang ia temui.
Seringkali, Pak Legimin harus menahan lapar dan hanya menyantap sebungkus mie instan saat bekerja. Itu pun hanya dimakan separuh, agar sisanya lagi bisa dibawa pulang untuk mengganjal perut istrinya yang menunggu di rumah.

Kehidupan pasangan lansia yang tidak memiliki anak ini kian memprihatinkan di balik pintu rumah mereka. Pak Legimin dan istrinya hidup dalam kegelapan karena sambungan listrik di rumah telah diputus akibat tunggakan yang tidak sanggup dibayar.
Di bawah temaram malam tanpa cahaya, ia hanya bisa berharap esok hari ada penumpang yang mau naik ke becaknya. Di balik senyum tulusnya saat melayani pelanggan, tersimpan beban berat tentang bagaimana cara membayar tagihan listrik dan membeli beras untuk esok hari.
#OrangBaik, mari kita hadirkan secercah harapan bagi masa tua Pak Legimin dan istrinya! Sedikit kepedulian kita adalah nafas baru bagi perjuangan Pak Legimin. Kamu bisa bantu dengan cara:
Donasi darimu tidak hanya disalurkan untuk Pak Legimin. Pak Legimin setuju dan memberikan izin ke Sahabat Gotong Royong Jatim untuk menyalurkan bantuan galang dana ini ke penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa.
![]()
Menanti doa-doa orang baik